Isnin, 4 Mei 2015

JENIS-JENIS MIMPI DATANG DARI GANGGUAN JIN ATAU SIHIR.



1. Mimpi melihat binatang seperti ular, binatang bisa dan sebagainya.

2. Bermimpi bayi atau menyusukan bayi.

3. Bermimpi di tempat tinggi dan tidak jumpa jalan pulang.

4. Bermimpi di tempat yang kotor.

5. Bermimpi seram yang menakutkan.

6. Bermimpi melihat makhluk pelik atau jin.

7. Bermimpi jatuh dari tempat tinggi.

8. Bermimpi dikejar binatang buas.

MUQADDIMAH : MIMPI MENURUT PANDANGAN ISLAM


Dalam Islam, mimpi mempunyai kedudukan yang tinggi. Para Nabi mendapatkan wahyu dari Allah, salah satunya melalui mimpi. Sebagaimana yang terjadi pada Nabi Ibrahim. Allah mewahyukan kepadanya untuk menyembelih anaknya melalui perantara mimpi. Allah berfirman, “Ibrahim berkata, ‘Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!’” (QS. Ash-Shaffat: 102)

Berdasarkan wahyu Allah yang diturunkan melalui mimpi tersebut, Nabi Ibrahim berniat menyembelih anaknya, Ismail. Namun, kemudian Allah menggantinya dengan haiwan ternak. Dari peristiwa yang berawal dari mimpi Nabi Ibrahim tersebut, kini umat Islam menyambut Hari Raya Aidiladha dengan menyembelih haiwan korban.


Demikian halnya dengan Nabi Yusuf yang bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan dan semuanya sujud kepadanya. Allah berfirman, “(ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, ‘Wahai ayahku, Sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.’” (QS. Yusuf: 4)


Dalam menafsirkan ayat tersebut, Ibnu Katsir mengemukakan, “Ibnu Abbas berkata, ‘Mimpi para nabi itu merupakan wahyu.’ Para ulama tafsir telah membicarakan ta’bir (penafsiran) mimpi Nabi Yusuf itu bahwa sebelas bintang menunjukkan saudara-saudaranya yang berjumlah tepat sebelas orang laki-laki, sedang matahari dan bulan menunjukkan pada ibu dan bapaknya.”


“Tafsir dari mimpi tersebut,” lanjut Ibnu Katsir, “menjadi kenyataan 40 tahun kemudian. Ada pula yang mengatakan 80 tahun kemudian. Yaitu ketika ia menaikkan kedua orang tuanya di atas singgahsananya, sementara saudara-saudaranya berada di depannya, sedang mereka semua sujud kepadanya, dan Yusuf berkata, “Wahai ayahku, inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; Sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan,” (QS. Yusuf: 100)


Imam Bukhari dalam kitab Shahih-nya menulis bab “Permulaan Wahyu”. Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskannya dalam Fathul Bari’, “...turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad tidak berbeza dengan cara turunnya wahyu kepada nabi-nabi sebelumnya. Seperti cara turunnya wahyu pertama kali kepada para nabi adalah dengan mimpi, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam kitab Dalail dengan sanad hasan dari Alqamah bin Qais, teman Ibnu Mas'ud, dia berkata, “Sesungguhnya wahyu yang pertama turun kepada para nabi adalah dengan cara mimpi sehingga hati mereka menjadi tenang, setelah itu Allah menurunkan wahyu kepada mereka dalam keadaan sedar.”


Mimpi yang benar juga dialami oleh orang-orang saleh. Bahkan mimpi tersebut merupakan sebahagian dari nubuwah. Rasulullah bersabda, “Mimpi yang baik dari orang yang saleh adalah satu dari empat puluh enam bagian kenabian (nubuwah).” (HR. Bukhari dan Muslim)


Dalam riwayat lain disebutkan, “Mimpi seorang mukmin adalah satu bahagian dari empat puluh enam bahagian kenabian.”


Adakalahnya seseorang bermimpi yang baik, melihat sesuatu yang indah dan menyenangkan. Di lain waktu boleh jadi ia bermimpi sebaliknya, iaitu mimpi yang buruk dan menakutkan. Di lain waktu, ia bermimpi mendapatkan apa yang diinginkannya atau melakukan kegiatan yang menjadi kebiasaannya. 


Dari berbagai keadaan tersebut, mimpi dapat digolongkan menjadi tiga jenis. Pembahagian jenis mimpi ini berdasarkan sabda Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.


Dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad beliau telah bersabda, “Apabila hari kiamat sudah dekat, maka jarang mimpi seorang muslim yang tidak benar dan orang yang paling benar mimpinya adalah orang yang paling benar bicaranya. Mimpi seorang muslim adalah satu bahagian dari empat puluh lima bahagian kenabian. 


Mimpi itu sendiri terbagi menjadi tiga bahagian, yaitu: 


1) Mimpi yang baik adalah berita gembira dari Allah. 


2) Mimpi yang menyedihkan adalah dari syaitan. 


3) Mimpi dari bisikan (angan-angan) dari diri sendiri. 


"Apabila ada seseorang yang bermimpi yang tidak ia sukai, maka bangunlah dan laksanakan solat serta jangan menceritakan mimpinya kepada orang yang jahil berkenaan tafsiran mimpi.” 


Terdapat tujuh jenis mimpi palsu iaitu:


1. Mimpi yang mengelirukan, iaitu mimpi yang disebabkan oleh tekanan, harapan yang besar atau fikiran sendiri. 


2. Mimpi seksual yang mengharuskan seseorang mandi wajib jika berakhir dengan terkeluarnya air mani.  Mimpi sebegini tidak mempunyai takwil atau ta'bir. 


3. Mimpi yang berupa peringatan oleh syaitan atau mimpi yang menakutkan. 


4. Mimpi yang didorong oleh sihir dan jin, atau ilusi mereka sendiri. Mimpi sebegini adalah sia-sia. 


5. Mimpi yang diperlihatkan oleh syaitan dan mimpi ini tidak dikira sebagai mimpi. 


6. Mimpi akibat dorongan fikiran dan kehendak diri sendiri ketika dalam  bingung atau menghadapi tekanan jiwa. 


7. Mimpi yang disebabkan oleh kesakitan atau penderitaan penyakit fizikal.